Apa Asyiknya Nongkrong di Starbucks?

Beberapa tahun silam, saya pernah bertanya pada diri saya sendiri, “Apa asyiknya nongkrong di starbucks?”

 

Setiap kali lewat di depan gerai Starbucks, saya selalu merasa iri dan bingung melihat orang-orang yang sedang nongkrong di Starbucks. Saat itu saya iri, kok orang mau ya,  minum secangkir kopi yang sangat mahal, secara untuk minum secangkir kopi, harus mengeluarkan uang minimal Rp. 35.000. Bagi saya, itu sama saja dengan menghambur-hamburkan UANG.

 

Makanya, saya mikir beberapa kali untuk masuk ke Starbucks :D:P. Mending beli 1 pack kopi instant, seduh sendiri dirumah, minum sendiri sambil di temanin sebuah buku. Inilah saya beberapa tahun silam itu.

 

Tapi, sejak saya gabung Oriflame, saya mulai nih berkenalan dengan yang namanya Starbucks. Tanpa sengaja saya harus meeting dengan patner bisnis atau teman sesama konsultan Oriflame, di Starbucks. Dan saat itulah saya menyadari, ternyata seperti ini toh rasanya duduk didalam Starbucks, sambil di temanin secangkir kopi seharga RP. 44.000 (Ini harga kopi favorite saya di starbucks, Caramel Machiato, ukuran Grande :D:P) , sambil meeting bagaimana caranya membesarkan bisnis sendiri.

 

Selain rasa Kopinya yang enak (selera relatif, bagi saya Caramel Machiato yang enak ya di starbucks :D) juga karena akses wifi nya yang kenceng dan unlimited, dan pertemuan-pertemuan saya dan teman-teman bisnis di Starbucks, saya jadi menemukan bahwa tidak selamanya nongkrong di Starbucks, atau di cafe itu menghambur-hamburkan uang. Karena saya nongkrong di Starbucks untuk membesarkan bisnis agar income tambahan saya sebagai ibu Rumah tangga bisa makin besar. Jiwa matre keluar, hehehehe.

 

Makin hari saya makin senang nongkrong di starbucks. Paling sering saya kunjungi gerai starbucks di Margo city, Depok. Yang kebetulan sangat dekat dengan rumah saya, dan tempatnya juga menyenangkan. Saking seringnya saya mampir ke gerai tersebut, sampai beberapa barista (pelayan distarbucks) mengenali saya kalau mampir. Gimana nggak kenal, setelah memutuskan kerja dirumah alias resign dari kantor, saya banyak menghabiskan waktu saya disana, starbucks menjadi kantor kedua saya setelah rumah.

 

So, buat teman-teman yang mungkin seperti saya beberapa tahun silam, yang merasa aneh, kok orang-orang doyan banget nongkrong di Starbucks, apa enaknya sih? Seperti inilah salah satu alasan mengapa orang nongkrong berjam-jam di Starbucks. Selain, menghabiskan waktu, minum kopi, baca buku, pelototin laptop, atau sekedar chit chat. Yup, banyak alasan , dan setiap orang punya alasan yang beda-beda. But, for me, Starbucks itu seperti kantor kedua bagi saya.

 

Happy Holiday semua! Selamat Menyambut Tahun baru 2013 🙂

1 Comment

  1. kitchen Anti Rayap

    ikut nongkrong gan..

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *